PENDIDIKAN ANAK KURANG MAMPU

Sebanyak 2,5 juta anak tidak dapat menikmati pendidikan. Hampir setengah dari anak-anak yang berasal dari keluarga miskin tidak mampu melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah pertama – anak-anak yang berasal dari rumah tangga termiskin memiliki kemungkinan putus sekolah 4 kali lebih. Hampir 3 persen dari anak-anak usia sekolah dasar di desa tidak bersekolah.
Dari mereka yang belajar di bangku sekolah dasar, hampir 1 dari 5 anak tidak dapat melanjutkan ke sekolah menengah pertama, dibandingkan 1 dari 10 anak di daerah perkotaan. Kemungkinan putus sekolah adalah 20 kali lebih tinggi untuk anak-anak yang ibunya tidak memiliki pendidikan.
Banyak sekali sekolah yang kondisi bangunannya memprihatinkan, sarana belajar-mengajar dan sarana olahraga yang sangat minim serta perpustakaan yang tidak lengkap. Laboratorium jauh di bawah standar, serta masih sulitnya koneksi Internet.
Secara nasional, ratio guru dengan siswa sudah cukup baik, yaitu: SD 1:22, SLTP 1:16, dan SMU/SMK 1:12. Namun permasalahannya adalah distribusi yang tidak merata. Di satu sisi, ada daerah yang kelebihan guru, dan di sisi lain ada yang kekurangan.
Lebih dari 50 persen guru di Indonesia sebenarnya tidak memenuhi kelayakan mengajar. Sebagian mereka ada yang belum menyandang gelar sarjana dan ada yang mengajar tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang mereka miliki.

Kami memberikan bantuan perbaikan infrastruktur untuk sarana pendidikan yang sudah tidak memenuhi syarat, menyediakan fasilitas penunjang untuk memperluas wawasan murid dan guru seperti mendirikan perpustakaan dan membangun laboratorium komputer di SMPN 1 Lamba Leda, NTT.

 

Kami memberikan beasiswa dan pelatihan kepada siswa-siswi berprestasi yang kurang mampu di Garut – Jawa Barat, melalui Yayasan Kerta Mentas Mandiri.

Pendidikan Anak Kurang Mampu

Kami mengerjakan beberapa fasilitas penunjang pendidikan di sejumlah sekolah di daerah terpencil dan desa tertinggal. Kami mendirikan fasilitas perpustakaan dan bimbingan belajar bernama Taman Bacaan Semesta-Bahari Jambianom, NTB.

 

Kami memberikan bantuan tetap untuk Rumah Belajar Saab Shares dan membantu perbaikan rumah bimbingan belajar Bimbel-BIG di Bekasi.

 

 

Pendidikan Anak Kurang Mampu

Melalui Taman Bacaan Pelangi, kami mendirikan 8 buah perpustakaan di sekolah-sekolah, yaitu: di 2 di Sumbawa – NTB, 2 di Lamba Leda – NTT, 3 di Papua Barat dan 1 di Lombok Utara – NTB.
 
Di bidang pendidikan keagamaan dan sekolah khusus lainnya, kami memberikan bantuan perbaikan infrastruktur untuk Yayasan Cahaya Insan Karim, Yayasan Nurul Muslimat dan Yayasan Spectrum Mitra Anak Indonesia.

Kami mengerjakan beberapa fasilitas penunjang pendidikan di sejumlah sekolah di daerah terpencil dan desa tertinggal. Kami mendirikan fasilitas perpustakaan dan bimbingan belajar bernama Taman Bacaan Semesta-Bahari Jambianom, NTB.
 
Kami memberikan bantuan tetap untuk Rumah Belajar Saab Shares dan membantu perbaikan rumah bimbingan belajar Bimbel-BIG di Bekasi.

 

Melalui Taman Bacaan Pelangi, kami mendirikan 8 buah perpustakaan di sekolah-sekolah, yaitu: di 2 di Sumbawa – NTB, 2 di Lamba Leda – NTT, 3 di Papua Barat dan 1 di Lombok Utara – NTB.
 
Di bidang pendidikan keagamaan dan sekolah khusus lainnya, kami memberikan bantuan perbaikan infrastruktur untuk Yayasan Cahaya Insan Karim, Yayasan Nurul Muslimat dan Yayasan Spectrum Mitra Anak Indonesia.